SURAT UNTUK IBU DAN AYAH

Bulan Ramadhan, di tengah malam yang tidak terlalu sunyi, sengaja aku meluangkan waktu membuka folder-folder lama di dalam laptop merahku yang sudah tua. Perlahan jariku mengarah kepada  file-file coretan yang dan aku menemukan file 09 Okt, lalu kubuka dan kubaca perlahan, SURAT UNTUK IBU DAN AYAH.

09 Okt. 14
Bismillahirrohmaanirrohim

Ditengah kesunyian malam,
Panas atau kah dingin yang ku rasakan saat ini, tidak terlalu pasti bagiku.

Sederet aktivitas yang dilalui dua bulan terakhir membuatku sering melontarkan kata-kata keluhan ”ya Allah... L, namun dibalik itu semua tidak jarang pula aku tersenyum sendiri tanpa ada sesuatu yang lucu.

Hari berganti hari begitu dengan sangat cepatnya. Sederet rutinitas perjalanan dari kontrakan ke kampus yang berlangsung setiap hari begitu padatnya sehingga hari-hari terlewatkan dengan sangat cepatnya.

Ibu, terima kasih karena selama ini sudah sangat berusaha keras untuk ku dan adik-adik. Aku sadar , selama ini kalau di ibaratkan seorang pekerja, aku adalah seorang pekerja yang makan gaji buta. Aku adalah seorang anak yang dirantaukan semenjak SMP. Pengeluaran dan perhatian sangat banyak dilimpahkan kepadaku namun, jarang sekali aku bertanya Ibu, Bapak sudah makan? Apa kabar kalian disana ? sehatkah ? apakah ada masalah ? hampir tidak pernah.

Saat ini, aku berusia 19 tahun dan hampir mau setengah dari umurku ini, aku merasa sangat masih jauh dari kata berbakti kepada ayah dan ibu. Aku sibuk dengan rutinitasku yang terkadang lebih banyak tidak bermanfaat, aku tak pernah mengurusi pekerjaan rumah layaknya anak-anak yang tinggal bersama oran tua. Bahkan ketika aku pulang ke rumah pun kerjaan ku hanya bersantai ria. Aku tidak pandai memasak karena selalu mengeluh ketika disuruh memasak, dan aku tidak pandai mengerakan pekerjaan rumah karena selalu ada alas an buatku untuk tidak melakkannya.

Ibu, saat ini anak mu sudah menjadi seorang Mahasiswa di salah satu Institut terkemuka di Indonesia. Senang rasanya disini bisa melihat dan ditemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Layaknya kertas putih yang masih bersih dari coretan aku mulai kehidupan baruku disini. Nuansa baru, keluarga baru, serta teman baru yang kutemukan disini adalah hal yang luar biasa. Banyak hal baru yang kulihat disini yang sangat berbeda dengan kehidupanku yang dulu. Pengetahuan demi pengetahuan , pengalaman demi pengalaman kian berganti dan berlalu. Kuterima dan kujalani. Banyak pelajran positif yang kuambil dari kehidupan baruku ini.

Ibu, apa kabarmu di sana? Sehatkan ? bagaimana bapak apa juga sehat ? bapak-ibu semoga kalian berdua dalam lindungan Allah dan dalam jalannya Allah. Semoga kalian diberikan kesehtan jasmani dan rohani, rizki yang halal dan keharmonisan hubungan.
Ibu, aku senang karena keinginan ku terwjud beberapa watu yang lalu ketika aku pulang. Kita melakukan sholat berjamaah dengan anggota keluarga yang lengkap. aku senang sekali dan jika diberikan waktu aku ingin kita sholat berjamaah lagi. Masih teringat betul kenangan indah kala itu, kita sekeluarga tertawa bersama dengan sangat lepasnya. Aku melihat bapak tertawa, ibu tertawa dan adik-adik pun tertawa. Rasa syukurku kepada sang maha Pencipta.

Ibu, aku sangat tau sekali, engkau bekerja dengan sangat giatnya hingga mungkin terkadang harus meninggalkan kewajiban lainnya. Di saat subuh, suasana dini hari dengan cahaya yang sangat redup, suhu yang cukup dingin, disaat orang-orang masih terlelap ,engkau seorang wonder women pergi ke kebun dengan semangatnya dan tanpa ragu melangkah. Aku tahu bertul semua itu engkau lakukan hanya untuk kami, anak-anakmu yang manja ini.

Ibu, aku tau , aku paham, aku sangat-sangat  tau jika engkau sangat sayang kepada kami, jika engkau menaruh harapan yang sangat besar kepada kami. Aku pun berharap agar kiranya ibu juga dapat lebih memperhatikan diri ibu sendiri, memperhatikan kesehatan dan kebahagiaan ibu untuk di dunia dan akhirat kelak.

Ibu, setiap kali berdoa aku memanjatkan doa seperti ini “ Ya Allah mohon ampuni dosa-dosa hamba dan kedua orang tua hamba, mohon berikanlah hidayah-Mu kepada kedua orang tua ku, kepada hamba dan adik-adik amba, masukkanlah kedua orang tua ku ke Jannah-Mu ya Allah, mohon ampuni kami karea sesaat  hidup di dunia ini, kami sibuk hanya memperhatikan satu sama lain saja, orang tua ku terlalu memikirkan anak-anaaknya. Ya Allah mohon izinkan hamba untuk membahagiakan orang tua hamba, mohon izinkan hamba untuk mengajak kedua orang tua hamba kejalan-Mu. Ya Allah hamba mohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat oleh keluarga kami. Ya Allah aku tak tahu pertanda apa ini, aku merasa maut itu sangat dekat. Mohon izinkan aku untuk memberikan kasih sayng ku kepada orang tua dan adik-adikku ya Allah Amiin. Ibu, Bapak dan adik-adik aku sayng kalian.

Ibu, aku mau cerita, saat ini aku sangat rindu kepada ibu entah mengapa aku pengen sekali ibu memelukku. Aku dimanja, aku ditepuk dengan belaian kasihmu , dengan tangan kasarmu karena seringnya bekerja. Aku juga kangen dengan akitvitas lucumu yang selalu minta tuliskan buku Laporan keuangan PKK. Saat dimana engkau membujukku , saat dimana khawatirnya dirimu saat aku hampir pingsan di tengah pasar. Ibu, aku rindu ...

Bapak jangan suka marahi ibu yaa, bapak yang sabaran sedikt yaa, bapak harus bisa ngendaliin emosi, bapak harus belajar cara musyawarah yang baik, bapak aku tahu apa yang pernah engkau katakan kepadaKu itu hal yang benar, engaku sangat sayang kepada kami sehingga tak heran jika terlihat engkau sangat protektif. Bapak aku paham , sebenarnya engkau tak ingin sering marah-marah kepada kami, aku paham itu pak. Aku tau juga jika engkau pengen lembut, bercanda tawa dengan kami. Tapi, semua itu terhalang karena sebuah kebiasaan atau situasi yang dari dulu hingga sekarang belum bisa diubah. Sehingga ada rasa kecanggungan diantara kita.

Bapak saat ini aku kuliah di departemen ilmu keluarga dan konsumen dan lingkup utamanya adalah keluarga. aku ingin belajr dan mencari tahu serta berupaya bagaimana cara untuk menjadikan keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, keluarga yang harmonis, yang terbuka satu sam lain dan tidak ada gap diantara kita. Jika aku memiliki ilmunya atau cara untuk mengubahnya sasaran pertaman sebagai objek pastilah keluarga kita pak. Aku ingin kita tertawa bersama , belajar bersama dan sholat berjamaah.

Bapak-ibu aku sayaaaaaang sekali sama kalian , terimakasih karena telah menjadi ibu dan bapak yang sangat peduli dan sayang kepadaku.

Bapak-ibu, banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang kehidupan ku disini. Aku disini sangat bahagia karen aku berada dalam ruang lingkup orang-orang yang dekat dengan Allah. Banyak hal yang aku terima dan pelajari disini. Bapak-ibu, alhamdulillah sekarang sholat lima waktu sudah menjadi sebuah kebuthan bagi ku, alunan al-quran pun sudah sering terdenga dan terlisankan. Aku berada di lingkungan pejuang Al-quran,berakhlak baik dan orang-orang yang berilmu. Insya Allah aku akan istiqomah di jalan ini. Mohon do’anya pak bu.


Missyou mom and dad :*

Kan kukirim kan surat ini lewat sujud dalam sholatku ibu,
Bangga menjadi anak ibu dan bapak.

Document pribadi


Komentar

  1. 😢😢😢
    Aku berjanji akan menyayangi serta berbakti pada ibu dan ayah selagi masih Allah berikan kesempatan itu. Syukran ayuk linda, sudah menjadi teladan buat ratih
    Ratih juga pengen berada di lingkungan yang baik seperti ayuk linda
    Besok lusa kite belajar masak
    Ayuk linda juge ajari ratih buat blog hehe
    Iloveyou yuk linda :)

    Ratih

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Allah, semangat berbakti untuk kita sebagai anak pada orang tua :). adikku satu ini juga menginspirasi sekali, hayuk kita belajar menulis dna memasak bareng bareng :))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Psikoanalisis - Sigmund Freud

MIMPI AKAN MENJADI NYATA