BADAI PASTI BERLALU
Selasa, 16 Januari 2016, waktu itu adalah jadwal perkuliahan untuk MK. Konseling dan Bimbingan Keluarga dengan materi pentingnya konseling dan sejarah awal konseling.
Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya (Schertzer dan Stone , 1980)
Pernah terfikir tidak, mengapa konseling di negara maju seperti Amerika lebih banyak dan maju dibandingkan di Indonesia ? atau pernah terfikir tidak mengapa di Negara maju seperti Amerika sudah banyak sekali berdirinya lembaga konseling? sangat beda dengan keadaan di Indonesia yang masih sangat sedikit lembaga konseling. Saya tahunya konseling di Indoesia yaitu BK yang ada di sekolah.
Hal unik lagi, jika di Amerika lembaga konseling banyak dicari dan didatangi oleh kebanyakan orang sangat beda dengan di Indoesia. Saya masih ingat ruangan BK merupakan ruangan yang angker yang jika ada siswa yang masuk ke sana sudah pasti di cap sebagai mahasiswa yang bermasalah dan identik nakal. Sudah jelas jika ruangan konseling itu ditakuti.
Ternyata, sejarah awal mencatat bahwa konseling pertama berasal dari Eropa dimana saat itu, banyak sekali para ibu yang sedang mengandung mengalami permasalahan dan menanyakan segala macam keluhannya kepada dokter kandungan. Saat itu, sangat banyak sekali perntanyaan seputar kehidupan keluarga mereka, sehingga para dokter ini mencetuskan untuk membuat lembaga konseling. Alhasil, lembaga konseling terbentuk sampai sekarang walaupun konseling terbaik saat ini ada pada negara Amerika.
Sejarah konseling di Amerika tentunya berbeda dengandi Eropa, di Amerika, konseling terbentuk karena adanya berbagai kajian empiris mengenai permasalahan dalam keluarga. Konseling dinilai dapat mencegah agar dapat menghindari permasalahan.
Di Indonesia, lembaga konseling melekat dengan yang namanya sekolah. wajar saja, karena pencetus pertama konseling di Indonesia adalah *bersambung dulu ya. hehe*
Selasa, 16 Januari 2016, waktu itu adalah jadwal perkuliahan untuk MK. Konseling dan Bimbingan Keluarga dengan materi pentingnya konseling dan sejarah awal konseling.
Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya (Schertzer dan Stone , 1980)
Pernah terfikir tidak, mengapa konseling di negara maju seperti Amerika lebih banyak dan maju dibandingkan di Indonesia ? atau pernah terfikir tidak mengapa di Negara maju seperti Amerika sudah banyak sekali berdirinya lembaga konseling? sangat beda dengan keadaan di Indonesia yang masih sangat sedikit lembaga konseling. Saya tahunya konseling di Indoesia yaitu BK yang ada di sekolah.
Hal unik lagi, jika di Amerika lembaga konseling banyak dicari dan didatangi oleh kebanyakan orang sangat beda dengan di Indoesia. Saya masih ingat ruangan BK merupakan ruangan yang angker yang jika ada siswa yang masuk ke sana sudah pasti di cap sebagai mahasiswa yang bermasalah dan identik nakal. Sudah jelas jika ruangan konseling itu ditakuti.
Ternyata, sejarah awal mencatat bahwa konseling pertama berasal dari Eropa dimana saat itu, banyak sekali para ibu yang sedang mengandung mengalami permasalahan dan menanyakan segala macam keluhannya kepada dokter kandungan. Saat itu, sangat banyak sekali perntanyaan seputar kehidupan keluarga mereka, sehingga para dokter ini mencetuskan untuk membuat lembaga konseling. Alhasil, lembaga konseling terbentuk sampai sekarang walaupun konseling terbaik saat ini ada pada negara Amerika.
Sejarah konseling di Amerika tentunya berbeda dengandi Eropa, di Amerika, konseling terbentuk karena adanya berbagai kajian empiris mengenai permasalahan dalam keluarga. Konseling dinilai dapat mencegah agar dapat menghindari permasalahan.
Di Indonesia, lembaga konseling melekat dengan yang namanya sekolah. wajar saja, karena pencetus pertama konseling di Indonesia adalah *bersambung dulu ya. hehe*
Komentar
Posting Komentar