Kehawatiran yang tak perlu dikahwatirkan
"10.45" "11.00" "11.15" "11.45" Alin, mendapati jarum jam di tangannya yang tampak lamban sekali berputar. Kegelisahan tengah ditunjukkan oleh raut mukanya. Ia berlari kecil berpindah tempat antara kelas satu ke kelas yang lainnya, naik ke gedung atas lalu turun ke gedung bawah, pindah ke gedung seberang lalu kembali lagi ke tempat asalnya. Silih berganti tempat yang ia singgahi, nampaknya ia masih belum menemukan apa yang tengah dicarinya. Alin kembali menarik nafas panjang. "heeeeeeeeeeeeeeeem --- Huuuuuuuuuuuuuu" sambil mengelus dadanya. Tangannya tampak sudah siap untuk mengetuk sebuah pintu ruangan. Nampaknya ia ingin menemui seseorang. Tangannya yang sudah siap mengetuk tiba tiba menjadi kaku dan tertahan tak mengenai sedikitpun bagian dari kayu bagian pintu. Terlihat badannya memutar ke sebelah kiri dengan diiringi langkah kaki. Ia mengurngkan niatnya. Tampak gusar yang semakin gusar, Alin terlihat semakin tidak tena...