Nikmat yang tak terduga
Hujan sore itu ditemani lantunan kumandang adzan, Alin tengah duduk bersilah dan menyantap makanannya setelah seharian menahan lapar dan haus.
"drtrrt-drrt", getaran hp berbunyi
" wah siapa yg tlpn maghrib begini yak" gumamnya.
Alin langsung melihat layar dan bergegas mengangkat telponnya. Tidak sempat mengucapkan Hallo, telponnya sudah berakhir.
Jarinya tampak lincah, ia menelpon balik.
Terdengarlah suara yang sangat nyaring dari dalam telpon
"Hallo, ayuuuuuuuuuk!!!" (Panggilan kk perempuan)
Seraya mengunyah makanan ia menjawab "iyaaa? Ada apa dek?"
"Kami hanya berdua di rumah" (dengan nada sedih)
Alin, memindahkan tlponnya ke tangan sebelah kiri sambil berkata "loh, bapak kemana?"
"Bapak ikut bukber sama temannya" (masih dengan nada sendu)
Alin senyum sejenak sambil mengucap "Alhamdulillah" dalam hatinya. Pikirnya dalam hati "alhamdulillah, semoga bapak tidak merasa sendiri dengan bersama temannya, semoga bapak menikmati hari hari barunya"
"Kenapa tidak ikut saja dek?" alin kembali bertanya apada adiknya
"Yah, ga mungkinlah , bapak kan berangkat sama temannya" jawab sih adek
"Ayuuuuuk?" (telpon sudah beralih)
Terdengar suara nyaring manja anak kecil dari dalam telpon, ialah adik Alin yg paling bungsu.
"Iya dek, ada apa?" jawabnya
"Ayuk gausah belikan aku baju lebaran yah, bibi udah beliin baju lebaran untuk aku, ayuk beliin aku sendal aja, mau yg kaya ayuk kirimkan itu gambarnya"
Adiknya Alin, berbicara tanpa henti dan sangat semangat.
Kembali Alin mengucapk syukur dalam hatinya "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah"
"Wah, alhamdulillah yah. Yaudah kalau gitu nanti ayuk coba carikan sendal yah. Adek udah bilang makasih belum ke bibi?"
"Iya yuk, ayuk Dini (anaknya bibi) yang pilihin baju buat aku" masih dengan suara girangnya.
Allahu akbar~
Tiba tiba terdengar suara adzan dari dalam tlpn, waktu di tempat adiknya Alin menunjukkan sudah saatnya berbuka.
"Udah adzan tuh, yaudah berbuka dulu sana, nanti kirimin foto baju barunya yah :)" sahut Alin
"Iya yuk, daah, assalammualaikum" suara adik manja
"Daah, waalaikum salam" Alin menutup telponnya.
--------
Alhamdulillah, sungguh nikmat itu bisa datang darimana saja. Rejeki datangnya juga bisa darimana saja, bahkan dari yg hal tak terfikirkan pun.
Hari ini, Alin menjadi tersipu malu. Malu, karena tadi menjelang sore, dalam hatinya ia mengeluh akan semua yg ia fikirkan tentang keluarganya tentang persiapan yg tengah ia siapkan. Ia malu, karena merasa dirinya sendiri. Ia malu atas propaganda propaganda yg sempat terlintas difikirannya sore itu.
Allah maha pengasih lagi maha penyayang, ia menunjukkan kuasanya. Selepas berbuka puasa, ia merasakan sendiri bahwa pertolongan Allah itu sungguh dekat.
Alin berdoa dan memohon ampun atas doanya.
Dibawah renai hujan kota Depok, 4 Ramadhan 1439H
#mengejarhalal
"drtrrt-drrt", getaran hp berbunyi
" wah siapa yg tlpn maghrib begini yak" gumamnya.
Alin langsung melihat layar dan bergegas mengangkat telponnya. Tidak sempat mengucapkan Hallo, telponnya sudah berakhir.
Jarinya tampak lincah, ia menelpon balik.
Terdengarlah suara yang sangat nyaring dari dalam telpon
"Hallo, ayuuuuuuuuuk!!!" (Panggilan kk perempuan)
Seraya mengunyah makanan ia menjawab "iyaaa? Ada apa dek?"
"Kami hanya berdua di rumah" (dengan nada sedih)
Alin, memindahkan tlponnya ke tangan sebelah kiri sambil berkata "loh, bapak kemana?"
"Bapak ikut bukber sama temannya" (masih dengan nada sendu)
Alin senyum sejenak sambil mengucap "Alhamdulillah" dalam hatinya. Pikirnya dalam hati "alhamdulillah, semoga bapak tidak merasa sendiri dengan bersama temannya, semoga bapak menikmati hari hari barunya"
"Kenapa tidak ikut saja dek?" alin kembali bertanya apada adiknya
"Yah, ga mungkinlah , bapak kan berangkat sama temannya" jawab sih adek
"Ayuuuuuk?" (telpon sudah beralih)
Terdengar suara nyaring manja anak kecil dari dalam telpon, ialah adik Alin yg paling bungsu.
"Iya dek, ada apa?" jawabnya
"Ayuk gausah belikan aku baju lebaran yah, bibi udah beliin baju lebaran untuk aku, ayuk beliin aku sendal aja, mau yg kaya ayuk kirimkan itu gambarnya"
Adiknya Alin, berbicara tanpa henti dan sangat semangat.
Kembali Alin mengucapk syukur dalam hatinya "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah"
"Wah, alhamdulillah yah. Yaudah kalau gitu nanti ayuk coba carikan sendal yah. Adek udah bilang makasih belum ke bibi?"
"Iya yuk, ayuk Dini (anaknya bibi) yang pilihin baju buat aku" masih dengan suara girangnya.
Allahu akbar~
Tiba tiba terdengar suara adzan dari dalam tlpn, waktu di tempat adiknya Alin menunjukkan sudah saatnya berbuka.
"Udah adzan tuh, yaudah berbuka dulu sana, nanti kirimin foto baju barunya yah :)" sahut Alin
"Iya yuk, daah, assalammualaikum" suara adik manja
"Daah, waalaikum salam" Alin menutup telponnya.
--------
Alhamdulillah, sungguh nikmat itu bisa datang darimana saja. Rejeki datangnya juga bisa darimana saja, bahkan dari yg hal tak terfikirkan pun.
Hari ini, Alin menjadi tersipu malu. Malu, karena tadi menjelang sore, dalam hatinya ia mengeluh akan semua yg ia fikirkan tentang keluarganya tentang persiapan yg tengah ia siapkan. Ia malu, karena merasa dirinya sendiri. Ia malu atas propaganda propaganda yg sempat terlintas difikirannya sore itu.
Allah maha pengasih lagi maha penyayang, ia menunjukkan kuasanya. Selepas berbuka puasa, ia merasakan sendiri bahwa pertolongan Allah itu sungguh dekat.
Alin berdoa dan memohon ampun atas doanya.
Dibawah renai hujan kota Depok, 4 Ramadhan 1439H
#mengejarhalal
Komentar
Posting Komentar